Iklan

terkini

Kurang Tidur, Prestasi Menurun

31 Juli 2026, 13.19.00 WIB Last Updated 2026-07-31T06:19:22Z

 


Oleh : Filgia Ramadhani 

Kelas/Jurusan: XI TJKT 1 

SMKN 1 BOJONGPICUNG : 

Pentingnya Pola Tidur bagi Pelajar Di era digital seperti sekarang, tidur larut malam sudah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak pelajar. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari mengerjakan tugas sekolah, bermain game, menonton film, hingga terlalu lama menggunakan media sosial. Banyak yang menganggap begadang adalah hal biasa, padahal kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan dan prestasi belajar. Akibat kurang tidur, pelajar sering merasa mengantuk saat pelajaran berlangsung, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat mengikuti kegiatan di sekolah.

 Tidur merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, sama pentingnya dengan makan dan minum. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, mengembalikan energi, serta membantu otak mengolah informasi yang telah dipelajari sepanjang hari. Oleh karena itu, tidur yang cukup sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi seseorang. Sebaliknya, jika waktu tidur terus berkurang, tubuh akan lebih mudah lelah dan otak tidak dapat bekerja secara optimal. 

 Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 8–10 jam setiap malam. Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, menurunnya motivasi belajar, bahkan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Salah satu penyebab gangguan tidur pada remaja adalah kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur, stres karena tugas sekolah, konsumsi minuman berkafein, serta jadwal tidur yang tidak teratur. 

 Fakta lain juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia terhadap 140 siswa SMP di Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,9% responden mengalami gangguan tidur. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh remaja dalam penelitian tersebut memiliki masalah pada kualitas atau pola tidurnya. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa gangguan tidur dapat memengaruhi aktivitas belajar dan kesehatan remaja.

 Penelitian lain yang dilakukan pada siswa SMP PGRI 03 Malang juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara pola tidur dan prestasi belajar. Siswa yang memiliki pola tidur lebih baik cenderung memperoleh nilai akademik yang lebih baik dibandingkan siswa yang sering mengalami gangguan tidur. Hasil serupa juga diperkuat oleh Jurnal Kesehatan Tambusai (2025) yang menyimpulkan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan kemampuan berkonsentrasi, daya ingat, serta prestasi belajar remaja. 

 1. Mengapa pola tidur penting bagi pelajar? 

 2. Apa dampak kurang tidur terhadap kesehatan dan prestasi belajar? 

 3. Bagaimana cara membiasakan pola tidur yang sehat? 

 Pembahasan 

 Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi dan membuat otak bekerja lebih optimal. Pelajar yang memiliki pola tidur baik umumnya lebih mudah berkonsentrasi, lebih aktif saat belajar, dan mampu mengingat materi pelajaran dengan lebih baik. 

 Sebaliknya, kurang tidur dapat menyebabkan rasa lelah, sulit fokus, mudah mengantuk di kelas, dan menurunkan semangat belajar. Karena itu, pelajar perlu membiasakan tidur 8–10 jam setiap malam, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dan menghindari begadang jika tidak ada keperluan penting. 

 Pola tidur yang baik sebenarnya bukan hal yang sulit untuk diterapkan. Mulai dari tidur lebih awal, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dan membiasakan waktu tidur yang teratur, kita sudah bisa menjaga kesehatan sekaligus membuat tubuh lebih siap menjalani aktivitas di sekolah.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kurang Tidur, Prestasi Menurun

Terkini

Iklan