Iklan

terkini

BAYANGAN DI ANTARA BINTANG KELAS

31 Juli 2026, 13.27.00 WIB Last Updated 2026-07-31T06:27:17Z


Oleh : Tiara Lestari 

Kelas : XI TJKT 1 

SMKN 1 Bojongpicung

 “Anak anak untuk tugas akhir semester kali ini silahkan kalian ceritakan apa makna dari keberhasilan.” Ucap pak Lintang, guru bahasa Indonesia. Seketika kelas tedengar riuh oleh bisikan para siswa di barisan paling depan. Para Bintang kelas, mereka dengan sombong dan percaya diri menceritakan tentang keberhasilannya meraih olimpiade, ada juga yang bercerita tentang beberapa prestasi nya dan nilai ulangan harian yang sempurna. Sementara itu di barisan paling belakang. Hana semakin menenggelamkan wajahnya di atas meja. Keberhasilan? Baginya kata itu terdengar seperti bahasa asing, ia merasa tidak ada kata keberhasilan di dalam hidupnya, yang ia tau kata ‘kegagalan’ yang selama ini menemaninya. Hana melirik ke samping atas meja dimana terletak buku harian kecil tempat ia menyembunyikan untaian kalimat puisi tentang sepi. Namu ia tau kalo tulisan tulisan itu tidak akan di anggap sebuah ‘keberhasilan’ di kelasnya. Sore itu hujan turun dengan sangat deras membuat Hana tertahan di koridor

Sore itu hujan turun dengan sangat deras membuat Hana tertahan di koridor sekolah yang mulai sepi. Saat gadis itu asik menatap rintik-rintik hujan dengan tatapan kosong, Pak Lintang berjalan menghampiri gadis itu. “kamu belum pulang Hana?” tanya Pak Lintang. Hana tersenyum tipis “belum Pak”. Pak Lintang kemudian mengeluarkan selembar kertas dari mapnya-itu adalah selembar kertas jawaban dari tugas yang Pak Lintang berikan tadi. Kertas jawaban itu milik Hana yang hanya berisi tiga kalimat puitis. “Bapak tadi membaca jawaban singkat kamu ini, kata kata nya sangat dalam, kenapa kamu Cuma tulis tiga kalimat saja?” tanya Pak Lintang. Hana terdiam sebentar lalu menjawab dengan suara pelan “saya tidak punya prestasi apa apa yang bisa di pamerkan seperti teman teman yang lain pak” jawabnya dengan mata yang berkaca kaca. Pak Lintang tersenyum tipis “jadilah dirimu sendiri Hana, tak perlu sama dengan orang lain, karena kamu punya kemampuan dengan versi dirimu sendiri. Kamu tidak perlu menjadi juara olimpiade matematika untuk menjadi berharga, lanjutkan tulisan ini, ceritakan cara kamu melihat dunia dari bangku belakang. Biarlah kelas ini jadi saksi dari arti ketulusan bahasamu.”

Hari penilaian tiba. Saat nama Hana di panggil, langkah kakinya terasa berat, jantungnya berdebar lebih kencang, dan sekujur tubuhnya terasa membeku. Ia berdiri di depan dan terdiam mematung. Tatapan meremehkan dari beberapa temannya membuat ia ingin lari. Namun di sudut ruangan Pak Lintang berdiri tersenyum hangat, dan anggukan penyemangat memberinya sedikit keberanian. Hana membuka buku harian kecilnya itu lalu menarik nafas dalam dan mulai membacanya dengan suara yang awalnya bergetar “aku adalah bayangan di antara para bintang di kelas. Tempat dimana semua orang berlomba menjadi yang paling terang, namun, aku lebih memilih belajar dari kegelapan...” Kata demi kata yang ia ucapkan menceritakan tentang indahnya dunia yang ia lihat dari bangku paling belakang, tentang rasa takut yang manusiawi dan arti sebuah keberhasilan yang bukan soal angka, melainkan tentang berusaha dan berdamai dengan diri sendiri. Seketika ruang kelas terasa hening. Sastra yang di tuturkan oleh Hana dari hati seolah menyihir seisi ruangan. Begitu Hana membaca kalimat terakhirnya, keheningan tadi pecah oleh suara gemuruh tepuk tangan, dari teman temannya.

Dan untuk pertama kalinya Hana tidak lagi melangkah menunduk saat kembali ke bangku nya, jantungnya yang tadi berdebar lebih cepat,kini kembali tenang rasa bahagia dan terharu menyelimuti nya. Kini ia tau kata ‘berhasil’ bukan tentang juara olimpiade atau nilai ulangan, melainkan tentang bagaimana ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri, dan percaya diri akan kemampuannya sendiri. 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BAYANGAN DI ANTARA BINTANG KELAS

Terkini

Iklan