Iklan

terkini

Berbunga Pilu

31 Juli 2026, 13.08.00 WIB Last Updated 2026-07-31T06:09:25Z

 


Oleh : Zahratussyta Aulya* 


 Tiada tutur yang sanggup menjadi pisau bagi ikatan 

 Sebab tulus telah lebih dahulu merajut sela sela rapuh 

 Hingga utuhnya tak mampu diurai badai. 

 Namun, adakah luput bagimu segala yang kupikul 

 Seperti merengkuh serpih serpih berserak, 

membiarkan telapak berbunga perih 

 Agar yang sampai padamu hanya utuh, bukan retaknya. 

 Sebagaimana langit mengandung fajar 

di rahim malam yang tak bertepi 

 Kau hanya tiba pada cahaya, 

sedang aku telah lebih dulu 

 Berkali kali berdamai dengan gelap. 

 Kepada angin yang gemar menyimpan rahasia 

 Kurapal sebait tanya 

 Mungkinkah cinta memang tumbuh 

 demikian satu hati menjadi akar 

 Agar hati yang lain bebas 

menjulang sebagai bunga? 

 Maka kubiarkan waktu 

menjadi tangis sang buana 

 Meski tiap tetesnya

 ia mengikis namaku 

dalam dinding-dinding kenang.


*Penulis adalah seorang siswi di SMKN 1 Bojongpicung Cianjur

Kelas: XI TJKT 1 

Jurusan: Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Berbunga Pilu

Terkini

Iklan