CIANJUR – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cianjur mendadak diwarnai aksi unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa yang membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintahan daerah saat sidang berlangsung. Aksi tersebut memicu ketegangan di dalam ruang rapat setelah beberapa pihak berupaya menurunkan spanduk yang dibawa para mahasiswa.
Aksi berlangsung ketika rapat paripurna sedang berjalan di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Sejumlah mahasiswa yang berada di area balkon tiba-tiba membentangkan spanduk berukuran sekitar 2 x 1 meter bertuliskan "Keluarga Sanusi (Santun Tapi Korupsi)". Spanduk tersebut langsung menarik perhatian seluruh peserta sidang, termasuk unsur pimpinan DPRD, anggota dewan, dan tamu undangan.
Situasi di dalam ruang sidang sempat memanas ketika sejumlah petugas dan peserta rapat berusaha menurunkan spanduk tersebut. Mahasiswa yang melakukan aksi mempertahankan atribut mereka sehingga terjadi aksi saling tarik sebelum akhirnya kondisi dapat dikendalikan. Meski sempat terjadi kericuhan, rapat paripurna kembali dilanjutkan setelah situasi dinilai kondusif.
Perwakilan mahasiswa, Agus Rama Tunggara, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus akumulasi kekecewaan terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Melalui aksi itu, mahasiswa berharap kritik yang mereka sampaikan mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun DPRD sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan.
Aksi mahasiswa tersebut menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah agenda resmi DPRD yang dihadiri berbagai unsur pemerintahan. Peristiwa ini sekaligus mencerminkan dinamika penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Cianjur, meski diharapkan seluruh pihak tetap mengedepankan ketertiban serta dialog dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.[KC.00/Riskapah]


