Iklan

terkini

FROM SHY TO SHINE, MCC CIANJUR GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK BUKA PELUANG PENGHASILAN BARU

10 Juli 2026, 05.55.00 WIB Last Updated 2026-07-09T22:55:59Z



Oleh: Iis Safuroh, M.Pd.I. Guru, Pegiat Literasi


CIANJUR - Suasana berbeda terasa di Kwong Moy Heritage, Cianjur, Selasa 8 Juli 2026. Sejak pukul 08.00 WIB puluhan orang dengan latar belakang berbeda berkumpul di aula heritage yang bernuansa klasik bangunan Cina Kwong Moy itu. Ada guru, pelaku UMKM, MUA, wedding organizer, hingga siswa SMP. Tujuan mereka satu: berani tampil dan berbicara di depan umum.


Kegiatan ini merupakan pelatihan public speaking bertema “From Shy to Shine” yang digagas oleh komunitas Master of Ceremony Cianjur [MCC]. Sebanyak 29 peserta mengikuti pelatihan penuh selama 7 jam bersama 9 orang panitia yang siaga mendampingi jalannya acara.


Public Speaking, Dari Skill Tambahan Menjadi Aset Utama


Ketua penyelenggara, Adipati Barra,M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini lahir dari keresahan banyak orang yang punya ilmu dan produk bagus, tapi kesulitan menyampaikannya kepada orang lain.


"Pelatihan hari ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Lebih dari itu, kami ingin membuka mata peserta bahwa kemampuan komunikasi adalah peluang. Peluang untuk mengkomunikasikan ilmu, produk, atau kegiatan sebuah acara yang bisa menjadi tambahan penghasilan," ujar Kang Barra di hadapan peserta.


Menurutnya, di era digital dan ekonomi kreatif saat ini, kemampuan berbicara adalah aset wajib yang harus dimiliki siapapun, tidak peduli profesinya. 


"Dari menjadi MC, moderator, trainer, content creator, presenter, hingga membangun personal branding yang mendatangkan peluang kerja. Semua berawal dari komunikasi yang baik. Kalau beraninya sudah ada, ilmunya sudah ada, tinggal diasah tekniknya," lanjutnya.


Kwongmoy Heritage dipilih sebagai tempat karena suasananya mendukung proses belajar yang hangat namun tetap profesional. Peserta bisa belajar dengan nyaman sambil merasakan atmosfer kekinian Cianjur.


Dua Pemateri, Dua Pendekatan Praktis


Pelatihan menghadirkan dua pemateri dengan gaya berbeda agar peserta mendapat wawasan komprehensif.


Pemateri pertama, Willy Wardana, S.Pd.Gr, yang juga Ketua MCC Cianjur, membedah fondasi dasar public speaking. Ia menekankan bahwa musuh terbesar pembicara pemula bukanlah audiens, melainkan diri sendiri dan rasa takut dihakimi.


"Berani tampil dimulai dari penerimaan kekurangan diri sendiri. Kita tidak harus sempurna. Yang audiens butuh adalah ketulusan dan kejelasan pesan. Shy itu wajar, tapi jangan biarkan shy menghalangi shine kamu," kata Willy saat memantik semangat peserta.


Sesi Willy banyak diisi praktik langsung. Peserta diminta berdiri, memperkenalkan diri dalam 1 menit, dan menerima umpan balik membangun dari teman dan pemateri.


Pemateri kedua, Rhody Aditya, S.E, membawa perspektif dunia kerja dan bisnis. Ia membagikan teknik berbicara untuk UMKM, MUA, dan WO agar bisa "menjual" dengan cara bercerita, bukan sekadar menawarkan.


"Orang tidak beli produk karena fiturnya. Orang beli karena ceritanya. Bagaimana Anda sebagai MUA menjelaskan riasan Anda 30 detik di depan calon klien? Itu public speaking juga. Bagaimana WO memandu rundown tanpa membuat grogi? Itu juga public speaking," jelas Rhody.


Peserta terlihat antusias mencatat dan langsung mempraktikkan skrip jualan 30 detik serta simulasi memandu acara.


Keberagaman Peserta: Bukti Kebutuhan Lintas Profesi


Yang membuat pelatihan ini istimewa adalah keberagaman pesertanya. 29 peserta berasal dari berbagai kalangan dan usia. 


Tercatat hadir guru-guru dari PAUD dan SD yang ingin mengasah kemampuan saat mengajar dan saat rapat, pelaku UMKM kuliner dan fashion yang ingin mempromosikan produknya, MUA dan WO yang ingin meningkatkan kualitas hosting di acara, content creator pemula, hingga peserta umum dari Bogor yang sengaja datang ke Cianjur.


Menariknya, hadir juga peserta termuda, seorang siswa SMP asal Cianjur yang mengaku ingin melatih mental tampil di sekolah dan lomba.


"Saya awalnya grogi banget. Tangan dingin, suara gemetar. Tapi setelah dipaksa maju 3 kali sama pemateri, ternyata bisa. Rasanya lega dan bangga," kata salah satu peserta dari kalangan UMKM.


Metode "showing bukan ceramah" menjadi kunci keberhasilan. 70% waktu digunakan untuk work shop. Peserta dilatih mengatasi rasa gugup, mengatur napas, kontak mata, intonasi suara, gestur tubuh, hingga cara mengatasi blank di tengah acara.


"Kami tidak mau peserta pulang hanya bawa teori. Harus bawa pengalaman berdiri di depan. Karena rasa percaya diri itu otot, harus dilatih," tegas Kang Barra.


7 Jam Hangat, Penuh Tawa dan Dorongan


Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung hingga 15.00 WIB. Meski padat, suasana tetap cair dan meriah. Peserta saling memberi semangat saat giliran tampil. Tidak ada yang mengejek, semua saling menguatkan. Panitia 9 orang sigap mengatur waktu, dokumentasi, dan konsumsi sehingga acara berjalan lancar.


Di akhir sesi, suasana semakin hangat dengan pembagian doorprize untuk peserta yang paling aktif dan paling banyak progres. Tidak ketinggalan, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan.


"Ini bukan akhir. Ini awal," kata Abah Yans  sebagai Penasihat  dalam penutupan. Ia menyampaikan bahwa MCC Cianjur membuka pintu bagi peserta yang ingin serius menekuni dunia MC. "Ditambah jangan lupa memanjangkan tali silaturahmi.:


"Kami sangat terkesan dengan semangat teman-teman hari ini. Ke depan, peserta yang berminat akan kami bina menjadi MC profesional binaan Master of Ceremony Cianjur. Kami akan buatkan grup, jadwal latihan rutin, dan peluang job," pungkas Willy.


Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.


Komunikasi: Kunci Membuka Banyak Pintu


Pelatihan From Shy to Shine ini menjadi bukti bahwa kebutuhan akan kemampuan komunikasi melintasi profesi. Seorang guru butuh berbicara agar materi sampai ke siswa. Pelaku UMKM butuh berbicara agar produk laku. MUA dan WO butuh berbicara agar dipercaya klien.


"Intinya sama. Kalau Anda bisa membuat orang lain paham, tertarik, dan tergerak karena cara Anda bicara, maka Anda sudah punya nilai jual," tutup Adipati Barra.


Dengan berakhirnya pelatihan, 29 peserta pulang membawa lebih dari sekadar sertifikat dan doorprize. Mereka pulang membawa keberanian baru. Dari yang tadinya shy, kini mulai shine.


Bagi masyarakat Cianjur dan sekitarnya yang tertarik bergabung dengan komunitas MCC, informasi lebih lanjut dapat menghubungi media sosial resmi Master of Ceremony Cianjur.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • FROM SHY TO SHINE, MCC CIANJUR GELAR PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK BUKA PELUANG PENGHASILAN BARU

Terkini

Iklan