Iklan

terkini

Menyongsong Tahun Ajaran Baru, Komunitas GTK IGSBB Cianjur Cetak Guru 'Calakan' Lewat Pengimbasan Pembelajaran Mendalam Berbasis 9 Kecerdasan Majemuk

24 Juni 2026, 06.40.00 WIB Last Updated 2026-06-24T06:47:01Z

 


CIANJUR – Menjelang bergulirnya tahun ajaran baru 2026-2027, dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur terus berbenah dan bersiap. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Ikatan Guru Semai Benih Bangsa (IGSBB) Kabupaten Cianjur. Pada Selasa (23/6/2026), komunitas ini menggelar kegiatan pengimbasan deep learning atau pembelajaran mendalam yang berfokus pada pengembangan 9 Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences).

Bertempat di Aula TKIT Maharani Putri Karangtengah Cianjur, acara ini menjadi magnet bagi para pendidik dari jenjang PAUD yang haus akan inovasi. Kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, melainkan sebuah aksi nyata dan tindak lanjut (follow-up) dari pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat melalui program prestisius mereka, Guru Calakan.

Melahirkan Generasi Calakan dari Cianjur

Program "Guru Calakan"—yang dalam bahasa Sunda berarti guru yang cerdas, tangkas, dan cerdik—tampaknya benar-benar tertanam dalam visi para peserta. Hadir sebagai narasumber utama adalah Aulia Sukendar, pendidik dari TKIT Maharani Putri sekaligus salah satu lulusan terbaik dari program Guru Calakan BBGTK Jabar tersebut.

Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Aulia membagikan ilmu, strategi, dan pengalaman berharganya kepada 35 peserta guru PAUD yang merupakan anggota aktif Komunitas GTK IGSBB Cianjur. Ruang aula yang sejuk seketika berubah menjadi laboratorium ide yang hangat, penuh dengan diskusi tentang masa depan anak bangsa.

"Setiap anak lahir dengan keunikan masing-masing. Tugas kita sebagai pendidik bukanlah menyeragamkan mereka, melainkan menemukan dan mengasah permata tersembunyi di dalam diri mereka," ujar Aulia di hadapan para peserta yang menyimak dengan antusias.

Membedah 9 Kecerdasan Majemuk Howard Gardner

Fokus utama dari pengimbasan ini adalah bagaimana mengimplementasikan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang dikombinasikan dengan teori 9 Kecerdasan Majemuk yang digagas oleh psikolog ternama, Howard Gardner. Teori ini menegaskan bahwa kecerdasan tidak melulu soal angka di atas kertas atau nilai matematika yang sempurna.

Melalui materi yang dipaparkan, para guru diajak untuk menyelami sembilan jenis kecerdasan, yaitu:

  1. Linguistik (kemampuan bahasa)

  2. Logis-Matematis (analisis dan angka)

  3. Spasial-Visual (ruang dan gambar)

  4. Kinestetik-Jasmani (gerak tubuh)

  5. Musikal (nada dan ritme)

  6. Interpersonal (sosial dan relasi)

  7. Intrapersonal (memahami diri sendiri)

  8. Naturalis (kepekaan terhadap alam)

  9. Eksistensial (pemikiran mendalam tentang arti kehidupan)

Dalam kegiatan tersebut, Aulia Sukendar menekankan pentingnya bagi guru untuk mengubah paradigma lama. Pendidik harus memahami bahwa tidak ada anak yang "bodoh". Setiap anak adalah individu istimewa yang memiliki spektrum kecerdasan berbeda. Pembelajaran mendalam berbasis kecerdasan majemuk ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami, merasakan, dan mampu menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan potensi terbaik mereka.

Amunisi Baru Menuju Tahun Ajaran 2026-2027

Diselenggarakannya acara ini di akhir bulan Juni bukanlah tanpa alasan. Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai bekal pembekalan dan amunisi baru bagi para guru sebelum mereka menyambut siswa-siswi baru pada tahun ajaran 2026-2027 yang akan datang.

                                            Sambutan Ketua Komunitas GTK IGSBB Cianjur


Ketua Komunitas GTK IGSBB Kabupaten Cianjur Erni Hary Susanti menyampaikan bahwa harapan besar bertumpu pada pundak ke-35 peserta yang hadir hari ini. Selepas dari aula ini, mereka diharapkan tidak hanya menyimpan modul pelatihan di dalam laci, melainkan langsung bergerak melakukan aksi nyata di sekolah masing-masing.

"Kami ingin tahun ajaran baru besok menjadi momentum perubahan. Guru-guru di Cianjur harus siap menciptakan ruang kelas yang ramah anak, inklusif, dan mampu mengakomodasi segala ragam kecerdasan siswa. Pengimbasan ini adalah langkah awal dari gelombang perubahan tersebut," ungkapnya optimis.

Sinergi Menuju Pendidikan Jabar Juara

Antusiasme peserta terlihat jelas hingga akhir acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan melakukan simulasi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berbasis pada kecerdasan majemuk. Sinergi antara program Guru Calakan dari BBGTK Provinsi Jawa Barat dengan komunitas akar rumput seperti GTK IGSBB Cianjur ini terbukti menjadi formula efektif dalam mempercepat transformasi pendidikan di daerah.



Dengan berakhirnya kegiatan pengimbasan ini, sebuah harapan baru telah ditanamkan di bumi Cianjur. Ketika para guru pulang membawa perspektif baru bahwa "setiap anak adalah istimewa", maka masa depan pendidikan yang memanusiakan manusia bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang siap diwujudkan pada tahun ajaran baru mendatang. (Aus)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menyongsong Tahun Ajaran Baru, Komunitas GTK IGSBB Cianjur Cetak Guru 'Calakan' Lewat Pengimbasan Pembelajaran Mendalam Berbasis 9 Kecerdasan Majemuk

Terkini

Iklan