Iklan

terkini

Jaga Keutuhan Bangsa, Ecky Awal Mucharam Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Cianjur

29 Juni 2026, 11.53.00 WIB Last Updated 2026-06-29T05:06:11Z

 


CIANJUR – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III yang meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor, H. Ecky Awal Mucharam, menggelar Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Acara yang dihadiri oleh ratusan warga serta tokoh masyarakat setempat ini berlangsung khidmat di Gedung Tumaritis, Kabupaten Cianjur, beberapa waktu yang lalu.

Dalam pemaparannya, legislator senior ini menekankan bahwa Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar jargon politik, melainkan fondasi kokoh yang menjaga Indonesia tetap tegak di tengah derasnya arus globalisasi dan polarisasi sosial. Menurut Ecky, pemahaman terhadap empat pilar ini harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafal.

“Empat Pilar MPR RI adalah harga mati untuk menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara. Di tengah dinamika zaman, tantangan kita bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan melawan pengikisan moral, disintegrasi bangsa, dan ketidakadilan sosial,” ujar Ecky Awal Mucharam di hadapan para peserta.

Menghidupkan Kembali Nilai Kebangsaan di Akar Rumput

Ecky menjelaskan secara rinci tantangan sosiologis yang dihadapi masyarakat lapang bawah saat ini. Ia menyoroti bagaimana media sosial acapkali menjadi pemicu keretakan silaturahmi akibat perbedaan pandangan politik atau isu sara. Oleh karena itu, Pancasila hadir sebagai pemersatu, di mana musyawarah dan gotong royong harus menjadi panglima dalam menyelesaikan setiap persoalan warga.

Tokoh masyarakat Cianjur yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai, kehadiran anggota DPR/MPR RI secara langsung di tengah masyarakat memberikan suntikan moral dan pemahaman hukum tata negara yang jernih, terutama dalam mengikis hoaks dan paham radikalisme yang mengancam persatuan.

Dialog Interaktif: Suara Warga dan Komitmen Anggota MPR

Suasana di Gedung Tumaritis semakin dinamis saat sesi diskusi dibuka. Masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan keluh kesah, pandangan, serta pertanyaan kritis langsung kepada Ecky Awal Mucharam terkait implementasi 4 Pilar dalam realitas kehidupan mereka.

Berikut adalah petikan dialog interaktif yang terjadi selama acara berlangsung:

Ustadz Ahmad Fuad (Tokoh Agama/Masyarakat Cianjur): "Assalamualaikum, Pak Ecky. Kami di tingkat desa sering kali melihat bahwa sosialisasi 4 Pilar ini sangat bagus di atas kertas. Namun, tantangan kami di lapangan adalah masalah keadilan sosial, yang merupakan sila kelima Pancasila. Bagaimana kami bisa meyakinkan generasi muda untuk mencintai NKRI dan mengamalkan Pancasila, sementara mereka melihat kesenjangan ekonomi masih terjadi di sekitar mereka? Mohon arahannya, Pak."

H. Ecky Awal Mucharam: "Waalaikumsalam Wr. Wb. Pak Ustadz Ahmad, pertanyaan Bapak langsung menukik ke jantung persoalan kita hari ini. Saya sangat sepakat. Kita tidak bisa membumikan Pancasila hanya dengan khotbah atau teks pidato kepada anak muda yang sedang kesulitan mencari kerja, atau kepada petani kita yang harga pupuknya mahal. Keadilan sosial adalah buah dari penerapan pilar-pilar lainnya.

Sebagai anggota legislatif, fungsi pengawasan dan penganggaran yang saya lakukan di parlemen diarahkan untuk mendorong kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat kecil—mulai dari subsidi sektor pertanian, akses modal UMKM, hingga pendidikan gratis. Tugas kita bersama adalah memastikan hukum dan ekonomi berpihak pada yang lemah. Ketika negara hadir memberikan keadilan, maka dengan sendirinya kecintaan generasi muda terhadap NKRI akan tumbuh secara organik. Ini tugas berat kita bersama, Pak."

Siti Aminah (Perwakilan Kader Posyandu & Ibu Rumah Tangga): "Sampurasun, Pak Ecky. Saya ingin bertanya soal pilar Bhinneka Tunggal Ika. Di media sosial sekarang gampang sekali orang saling ejek dan bermusuhan karena perbedaan pilihan atau suku. Bagaimana cara kami, para ibu, membentengi keluarga dan anak-anak dari pengaruh buruk tersebut agar tetap menjaga persatuan?"

H. Ecky Awal Mucharam: "Rampes, Ibu Siti. Madrasah pertama seorang anak itu ada di dalam rumah, di tangan ibu-ibu sekalian. Benteng pertahanan terbaik dari racun perpecahan di media sosial adalah keteladanan di dalam keluarga. Ajarkan anak-anak kita menghargai perbedaan sejak dini. Kalau ada tetangga yang berbeda suku atau pandangan, tetap jalin silaturahmi, saling mengantar makanan, saling membantu saat kesusahan.

Tolong awasi juga penggunaan gawai anak-anak kita. Jika ada narasi yang memecah belah, ajarkan mereka untuk melakukan tabayyun (verifikasi), jangan langsung disebar. Perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga pilar persatuan ini dari ruang keluarga."

Rian Hidayat (Perwakilan Pemuda pemudi Cianjur): "Selamat siang, Pak. Mengenai pilar UUD 1945, kami anak muda sering merasa hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Bagaimana MPR RI memastikan bahwa konstitusi kita benar-benar melindungi hak setiap warga negara tanpa pandang bulu?"

H. Ecky Awal Mucharam: "Siang, Bung Rian. Ini kritik yang sangat bagus dan tamparan bagi kita semua aparatur negara. Konstitusi kita, UUD NRI 1945, dengan tegas menyatakan dalam Pasal 27 ayat (1) bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. Jika di lapangan ada oknum yang membuat hukum itu tumpul ke atas, maka sistem pengawasan kita yang harus diperkuat.

Saya di MPR dan DPR terus menyuarakan reformasi penegakan hukum. Namun, peran pemuda seperti Bung Rian juga krusial. Jadilah pemuda yang melek hukum, lakukan kontrol sosial secara objektif, jalankan jurnalisme warga yang sehat, dan kritisi kebijakan yang melenceng. Jangan apatis terhadap politik dan hukum, karena dari tangan anak muda yang peduli seperti inilah hukum kita bisa tegak lurus."

Komitmen Mengawal Aspirasi Daerah

Menutup rangkaian acara, Ecky Awal Mucharam menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi warga Cianjur ke tingkat pusat. Ia mengingatkan bahwa keberlangsungan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kekuatan fondasi di daerah-daerah, termasuk Kabupaten Cianjur.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan secara simbolis buku panduan 4 Pilar MPR RI kepada para tokoh masyarakat, dengan harapan nilai-nilai kebangsaan tersebut dapat terus digelorakan di lingkungan masing-masing.(Aus)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jaga Keutuhan Bangsa, Ecky Awal Mucharam Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Cianjur

Terkini

Iklan