CIANJUR – Sebuah gagasan yang mengaitkan sosok Eyang Surya Kancana dengan keberadaan Universitas Suryakancana (UNSUR) menjadi sorotan di Cianjur. Pandangan tersebut menekankan bahwa warisan terbesar tokoh yang selama ini dikenal dalam budaya masyarakat bukan lagi dimaknai sebagai simbol mitologis atau kereta kencana, melainkan sebagai semangat membangun peradaban melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pemikiran kritis.
Pandangan tersebut disampaikan oleh kader muda PMII Cianjur, Zenal Mukhlis, yang menilai sudah saatnya masyarakat menggeser cara pandang dari sekadar mengagungkan simbol menuju penguatan budaya akademik. Menurutnya, keberadaan Universitas Suryakancana seharusnya menjadi representasi lahirnya sumber daya manusia yang unggul serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Dalam ulasannya, ia menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi Kabupaten Cianjur, mulai dari kualitas pendidikan, pemerataan akses ke perguruan tinggi, hingga perlunya kebijakan publik yang lebih banyak didasarkan pada hasil penelitian dan kajian ilmiah. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan gagasan, riset, dan inovasi yang dapat mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Universitas Suryakancana sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Cianjur yang telah berkembang dengan berbagai fakultas dan program pascasarjana. Kampus tersebut memiliki visi menjadi perguruan tinggi unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keagamaan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan global.
Di sisi lain, Zenal juga menyoroti pentingnya pemerintah memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, terutama di tengah kondisi warga yang masih terdampak bencana. Ia menilai setiap kebijakan, termasuk penyelenggaraan kegiatan seremonial dan budaya, perlu mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Gagasan tersebut diharapkan menjadi pemantik diskusi publik mengenai arah pembangunan Cianjur ke depan. Dengan menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama, masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berpikir kritis, inovatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Cianjur.[KC.00/Riskapah]


