CIANJUR – Kondisi bangunan SD Karyamukti di Kampung Cibalukbuk, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, memprihatinkan. Sebanyak 52 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas yang retak, bocor, minim penerangan, bahkan tanpa fasilitas toilet yang layak. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak bangunan sekolah terdampak gempa dan diperparah oleh pergeseran tanah di kawasan tersebut.
Kerusakan sekolah menjadi perhatian karena berpotensi mengancam keselamatan guru maupun siswa. Dari empat ruangan yang tersedia, hanya sebagian yang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Bahkan, satu ruangan harus dipakai untuk beberapa kelas sekaligus akibat keterbatasan ruang yang layak digunakan. Selain itu, siswa juga terpaksa menghadapi kondisi atap bocor saat hujan turun dan retakan bangunan yang semakin melebar.
Guru SD Karyamukti, Elian Syahudin, menjelaskan bahwa kerusakan bangunan sudah terjadi sejak pascagempa Cianjur dan semakin parah akibat pergerakan tanah. Menurutnya, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan.
Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal. Guru dan siswa mengaku selalu dihantui rasa khawatir saat kegiatan belajar berlangsung, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kekhawatiran itu muncul karena kondisi pondasi bangunan yang mulai miring dan sejumlah bagian bangunan yang dinilai sudah tidak aman untuk digunakan.
Keluhan juga datang dari para orang tua murid yang menginginkan anak-anak mereka dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman. Para siswa berharap sekolah mereka segera mendapatkan perhatian sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung tanpa rasa takut akan ancaman bangunan roboh.
Sementara itu, Disdikpora Kabupaten Cianjur dilaporkan telah menerima laporan terkait kondisi sekolah tersebut dan melakukan peninjauan ke lokasi. Di tingkat kabupaten, kerusakan sarana pendidikan masih menjadi pekerjaan besar karena ratusan ruang kelas SD di Cianjur tercatat mengalami kerusakan berat dan membutuhkan rehabilitasi secara bertahap.
Peristiwa ini menjadi potret masih adanya tantangan dalam pemerataan kualitas sarana pendidikan di daerah. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret agar siswa SD Karyamukti memperoleh hak belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak digunakan.[KC.00/Riskapah]


