Iklan

terkini

Pelepasan dan Pentas Seni RA AL MUJAHIDIN: Selamat Jalan, Anak-Anak Hebat

17 Juni 2026, 06.53.00 WIB Last Updated 2026-06-17T00:05:04Z


Oleh Intan Purnamasari, S.Pd., Guru RA Al Mujahidin


Ada pertemuan yang dirayakan dengan tawa. Ada perpisahan yang diiringi air mata. Dan ada hari istimewa yang menghadirkan keduanya sekaligus.


Tanggal 16 Juni 2026 menjadi salah satu hari yang akan lama tersimpan dalam ingatan keluarga besar RA Al Mujahidin. Bertempat di Palace Hotel, kami menggelar Pelepasan dan Pentas Seni Angkatan 2025/2026. Sebuah momen yang telah lama dinantikan, namun juga membuat hati terasa berat. Sebab kami tahu, setelah hari itu, anak-anak akan melanjutkan perjalanan mereka ke jenjang berikutnya.

 

Sejak pagi, aula dipenuhi wajah-wajah ceria. Anak-anak datang dengan pakaian terbaik mereka. Orang tua sibuk mengabadikan setiap momen. Semua ingin menyimpan kenangan hari itu sebanyak dan selama mungkin.

 

Acara diawali dengan sambutan Kepala Madrasah, Ibu Ani Rosmiati, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada RA Al Mujahidin. Beliau juga menyampaikan bahwa hari itu kami mengembalikan kembali anak-anak kepada mamah-mamahnya.

 

Kalimat sederhana itu terasa begitu dalam. Selama dua tahun terakhir, kami menyaksikan tumbuh kembang mereka; dari anak-anak yang masih malu-malu saat masuk kelas hingga menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri.

 

Kegiatan inti diawali dengan pembagian rapor. Satu per satu anak maju ke depan, disertai tayangan video yang menampilkan mereka dalam sosok cita-cita masa depan. Ada yang menjadi dokter, pilot, polisi, guru, chef, hingga pemadam kebakaran.

 

Tepuk tangan dan seruan bangga terdengar dari berbagai sudut ruangan.

 


Sejenak kami seperti diajak mengintip masa depan melalui mimpi-mimpi kecil mereka.

Sebab setiap anak yang duduk di bangku RA hari ini sedang menulis bab pertama dalam kisah hidupnya.

 

Suasana haru semakin terasa saat prosesi Wisuda Tahfidz. Anak-anak yang telah mencapai target hafalan maju dengan penuh percaya diri, lalu memberikan mahkota kepada orang tua mereka.

 

Momen sederhana itu membuat banyak mata berkaca-kaca. Mahkota tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan hafalan, tetapi juga penghargaan atas doa, kesabaran, dan perjuangan orang tua yang selalu mendampingi putra-putrinya.

 

Setelah itu, suasana berubah menjadi lebih meriah. Anak-anak menampilkan berbagai tarian dan pertunjukan dengan penuh semangat. Ada yang tampil percaya diri, ada yang sesekali melirik ke arah mamahnya, dan ada pula yang lebih sibuk melambaikan tangan kepada penonton.

 

Namun justru di situlah keindahannya.

 

Kesempurnaan bukanlah tujuan pentas anak usia dini. Keberanian mereka untuk tampil dan mengekspresikan diri adalah pencapaian yang sesungguhnya.

 

Menjelang akhir acara, kejutan hadir dari para mamah. Dengan penuh semangat, mereka menampilkan sebuah tarian yang langsung menghidupkan suasana. Tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai memenuhi ruangan. Bunda-bunda guru pun ikut menari bersama.

 

Saat itu, tidak ada lagi sekat antara guru dan orang tua. Kami tertawa bersama, menari bersama, dan merayakan kebahagiaan yang sama.

 

Kami hanyalah sekelompok orang dewasa yang dipersatukan oleh cinta kepada anak-anak.

 

Namun seperti semua kisah yang indah, tibalah saatnya untuk berpamitan.

 

Dalam sesi bersalaman, bunda-bunda guru berjajar menyambut orang tua dan anak-anak yang datang satu per satu. Tangan saling menggenggam. Ucapan terima kasih dan permohonan maaf saling dipertukarkan.

 

Kami yang sejak pagi sibuk mengatur acara dan mendampingi anak-anak akhirnya harus menghadapi tantangan yang paling sulit: menahan air mata.

 

Ternyata gagal.

 

Air mata itu akhirnya jatuh juga.

 

Anak-anak yang dulu datang dengan langkah ragu kini berpamitan dengan lebih percaya diri. Mereka mungkin belum memahami sepenuhnya arti sebuah perpisahan. Namun kami tahu bahwa hari itu adalah penutup dari sebuah bab yang indah.

 

Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Mohon maaf atas segala kekurangan selama membersamai putra-putri tercinta.

 

Dan untuk anak-anak hebat Angkatan 2025/2026, teruslah melangkah.

Jadilah anak yang baik sebelum menjadi anak yang hebat. Jadilah anak yang berakhlak sebelum menjadi anak yang berhasil.

 

Karena dunia selalu membutuhkan orang pintar, tetapi dunia akan jauh lebih indah jika dipenuhi oleh orang-orang yang baik.

 

Selamat jalan, anak-anak hebat.

 

Mungkin suatu hari kalian akan melupakan banyak hal tentang kami. Namun percayalah, kami tidak akan pernah melupakan kalian.



 

 

 











Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pelepasan dan Pentas Seni RA AL MUJAHIDIN: Selamat Jalan, Anak-Anak Hebat

Terkini

Iklan