Cianjur kembali dihadapkan pada tantangan serius di sektor pendidikan. Berdasarkan data yang diulas dalam sebuah opini Ketua HMI Kabupaten Cianjur, sekitar 51 ribu anak di Kabupaten Cianjur tercatat belum mengenyam pendidikan secara optimal atau putus sekolah. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani pemerintah daerah melalui kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.
Dalam ulasan tersebut disebutkan, meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan menjadi 69,84 pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya sebesar 68,89, posisi Cianjur masih berada di kelompok terbawah dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Peningkatan angka IPM dinilai belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah.
Persoalan tingginya angka anak putus sekolah disebut tidak berdiri sendiri. Berbagai faktor seperti keterbatasan ekonomi keluarga, akses pendidikan yang masih sulit di wilayah terpencil, luasnya wilayah Kabupaten Cianjur, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah menjadi penyebab utama banyak anak tidak melanjutkan pendidikan.
Ketua HMI Kabupaten Cianjur, Ridho Nestu Adidarma, dalam opininya menilai slogan "Cianjur Era Baru" perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pemerintah perlu menjadikan peningkatan kualitas pendidikan dan penurunan angka putus sekolah sebagai prioritas pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Sementara itu, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah melalui program beasiswa, bantuan pendidikan hingga pendampingan keluarga. Namun, tantangan yang dihadapi masih cukup besar sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, sektor swasta dan masyarakat luas agar target pemerataan pendidikan dapat tercapai.
Permasalahan pendidikan tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama, mengingat kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Penanganan angka putus sekolah secara berkelanjutan dinilai menjadi salah satu kunci agar visi pembangunan Cianjur dapat diwujudkan melalui peningkatan akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh anak di Kabupaten Cianjur.[KC.00/Riskapah]


